Bangun Kebersamaan Tim Thomas-Uber Mulai Sekarang!

 

 

Putaran Final Piala Thomas-Uber 2018 baru akan berlangsung pada 20-27 Mei di Bangkok, Thailand. Waktunya, kalau dihitung dari sekarang, tinggal satu setengah bulan. Apa yang harus dilakukan tim Indonesia untuk menyongsong kejuaraan beregu yang sangat bergengsi tersebut?

Tentu para pemain wajib berlatih keras. Para pemain harus dipersiapkan dengan latihan yang terprogram. Fisik, teknik, ketrampilan harus terus digembleng agar penampilan para pemain optimal. Jangan lupa pula persiapan mental.

Lewat penyusunan program yang bagus, diharapkan penampilan pemain bisa berada di puncak saat bertarung di putaran final nanti. Memang sebelum kejuaraan beregu tersebut, ada beberapa turnamen, termasuk Kejuaraan Asia di China. Saya berharap, turnamen-turnamen ini digunakan untuk ajang pemanasan dan pemantapan.

Putaran Final Piala Thomas-Uber 2018 baru akan berlangsung pada 20-27 Mei di Bangkok, Thailand. Waktunya, kalau dihitung dari sekarang, tinggal satu setengah bulan. Apa yang harus dilakukan tim Indonesia untuk menyongsong kejuaraan beregu yang sangat bergengsi tersebut?

Tentu para pemain wajib berlatih keras. Para pemain harus dipersiapkan dengan latihan yang terprogram. Fisik, teknik, ketrampilan harus terus digembleng agar penampilan para pemain optimal. Jangan lupa pula persiapan mental.

Lewat penyusunan program yang bagus, diharapkan penampilan pemain bisa berada di puncak saat bertarung di putaran final nanti. Memang sebelum kejuaraan beregu tersebut, ada beberapa turnamen, termasuk Kejuaraan Asia di China. Saya berharap, turnamen-turnamen ini digunakan untuk ajang pemanasan dan pemantapan.

Kegiatan ini mungkin bisa digelar di akhir pekan. Bisa juga dengan berlatih bersama di luar kota. Ini sekaligus refreshing bagi pemain. Mungkin seperti dua tahun silam, bisa diisi dengan berlatih bersama di Kudus. Kegiatan-kegiatan untuk memupuk kebersamaan dan kekompakan ini sangat penting.

Ingat, kejuaraan Piala Thomas dan Uber adalah kejuaraan beregu. Di mana rasa kebersamaan dan kekompakan malah sering menjadi kunci keberhasilan sebuah tim. Apalagi, bicara soal kerja sama, kebersamaan, dan kekompakan, dari dulu Indonesia adalah jagonya.

Banyak cara sederhana untuk membangun kebersamaan dan kekompakan. Dulu skuat Thomas-Uber Indonesia sering berkumpul atau berwisata bersama. Lewat acara kumpul dan ngobrol bareng tersebut, mampu menumbuhkan rasa persatuan dan memupuk semangat berjuang bersama-sama untuk jadi juara.

Trofi Piala Thomas dan Uber bisa dibawa pulang ke Tanah Air, salah satunya adalah berkat kebersamaan dan kekompakan.

Saya ingat betul ketika pada tahun 1998 Jakarta luluh lantak oleh kerusuhan bermotif SARA, namun berkat kebersamaan dan kekompakan para pemain yang berasal dari suku, ras, dan agama yang berbeda-beda, tim Piala Thomas Indonesia mampu juara di Hong Kong.

Saya kira semangat kebersamaan dan kekompakan pemain yang dahulu mengantarkan Indonesia bisa merebut Piala Thomas dan Uber, harus bisa menjadi inspirasi para pemain bulutangkis Indonesia sekarang.

Sekali lagi, demi sukses di kejuaraan beregu itu, mulai sekarang ada baiknya Indonesia segera membangun kebersamaan dan kekompakan tim Piala Thomas dan Uber.

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Powered by AduNasib | | Designed by: video game | Thanks to seo services and seo service