Harusnya Seri Pamungkas MotoGP 2015 Bisa Jadi Balapan Terbaik

Kekecewaan tentunya dirasakan oleh pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, kala mengingat kejadian di seri pamungkas MotoGP 2015. Pasalnya, Rossi yang saat itu berpeluang besar meraih gelar juara dunia kesepuluhnya, justru kandas lantaran koalisi para pembalap Spanyol.

Hingga menyisakan tiga balapan terakhir pada MotoGP 2015, Rossi masih bertengger di posisi puncak klasemen dengan koleksi 283 poin. Sementara itu, yang menjadi pesaing The Doctor kala itu adalah, rekan setimnya sendiri, yakni Jorge Lorenzo, yang menempati posisi kedua dengan 265 poin.

Pada awalnya, Rossi menilai tiga balapan tersisa akan berlangsung sengit, mengingat perbedaan poin yang tak terlalu jauh. Namun, pembalap berkebangsaan Italia itu justru merasa dikecewakan, karena pada tiga seri berikutnya, Lorenzo mendapat bantuan dari pembalap Repsol Honda, yakni Marc Marquez untuk membuatnya menjadi juara dunia.

Puncaknya tentunya terjadi pada seri pamungkas di Valencia. Pada seri tersebut, Rossi harus memulai balapan dari posisi juru kunci lantaran pada seri sebelumnya di MotoGP Malaysia, The Doctor dengan sengaja membuat Marquez terjatuh.

Kendati demikian, Rossi mampu menunjukkan tajinya dan merangsek hingga posisi keempat. Namun, posisi Rossi tertahan sampai di situ, karena pembalap yang berada di depannya, yakni Marquez dengan sengaja menghalangi jalan sang Italiano dan melindungi Lorenzo yang berada di posisi terdepan hingga akhirnya menjadi juara.

Karena kejadian tersebut, Rossi pun merasa sangat kecewa. Pasalnya, di musim tersebut Rossi tak jadi meraih gelar juara dunianya, perolehan poinnya hanya terpaut lima angka saja dari Lorenzo. Ia pun menyebut seri pamungkas tersebut yang seharusnya bisa menjadi balapan terbaik, justru dirusak dengan koalisi para pembalap Spanyol.

“Ini merupakan final kejuaraan yang menurut saya secara pribadi, dan juga saya pikir banyak orang, tidak ingin melihatnya. Karena ini musim yang hebat, dengan pertarungan sengit dengan Marquez dan utamanya Lorenzo,” ucap Rossi pada 2015, menyadur, Rabu (10/1/2018).

“Saya pikir kejuaraan ini memiliki potensi untuk menjadi salah satu yang terbaik di akhir tahun, karena pertarungan dnegan Jorge bisa sampai pada poin terakhir di balapan terakhir. Namun, sayangnya sesuatu berubah di tiga balapan terakhir,” lanjut The Doctor.

“Sesuatu terjadi yang tidak seorang pun harapkan. Utamanya saya, tapi juga banyak orang, bahwa Marquez memilih melindungi Lorenzo untuk membantunya memenangkan kejuaraan,”pungkas Rossi.

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Powered by AduNasib | | Designed by: video game | Thanks to seo services and seo service