Kepribadian Ternyata Menentukan Jenis Olahraga

Ilustrasi bench press
Ilustrasi bench press

Ilustrasi bench press ( Adunasb.com )

Pernakah kamu merasa iri dengan teman yang kuat olahraga berjam-jam tanpa merasa lelah? Sebaliknya, kamu gampang loyo saat mencoba olahraga yang sama hingga berpikir bahwa hidupmu tidak ditakdirkan untuk berolahraga.

Sebenarnya, tidak ada olahraga yang cocok untuk semua orang. Riset membuktikan bahwa kepribadian seseorang ikut menentukan aktivitas fisik yang cocok untuk mereka lakukan.

Jadi, agar resolusi untuk lebih rajin olahraga bisa terwujud, kuncinya kamu harus menemukan jenis olahraga yang kamu sukai dan bisa dinikmati sesuai dengan kepribadianmu.

Riset ini dilakukan dengan mensurvei lebih dari 800 pekerja dari seluruh dunia. Dengan mencocokan karakter dan olahraga favorit peserta survei, periset menemukan fakta bahwa tmasing-masing orang memiliki kesukaan berbeda terhadap jenis olahraga.

Menurut temuan yang dipresentasikan di konferensi tahunan the British Psychological Society Division of Occupational Psychology, para ekstrovert lebih suka menghabiskan waktu di gym sebagai tempat olahraga favorit mereka.

Bagi pemilik kepribadian ekstrovert ini, berolahraga bersama banyak orang justru membuat mereka lebih bersemangat.

Kebanyakan orang yang hidupnya teratur juga lebih memilih gym, terutama ketika harus datang dengan rencana latihan yang ketat dengan jadwal yang mengatur apa yang harus dilakukan setiap hari.

Jika dipikir kembali, datang ke gym dengan rencana latihan yang spesifik justru sangat membantu kita. Jadwal yang teratur akan membuat kita lebih konsisten dalam olahraga.

Sementara mereka yang berjiwa kreatif, justru tidak tertarik untuk ikut serta dalam keanggotaan gym. Mereka lebih memilih berolahraga di luar rumah, seperti bersepeda atau berlari.

Mungkin orang-orang kreatif tertarik pada pemandangan yang menakjubkan, atau mungkin juga rasa cinta mereka terhadap alam bebas menumbuhkan kreativitas itu sendiri.

Penelitian lain juga mengatakan bahwa alam bebas ternyata mampu memicu kreativitas.

Contohnya riset yang dilakukan oleh PLoS One, dalam riset tersebut peneliti menemukan bahwa peserta lebih kreatif dan memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik setelah menghabiskan empat hari di alam bebas.

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Powered by AduNasib | | Designed by: video game | Thanks to seo services and seo service