Onsen dan Sakura di Taipei…

Onsen dan Sakura di Taipei...

Taman bunga yang bertebaran di sejumlah tempat di Taman Nasional Yangmingshan di utara Taipei, Taiwan, menjadikan wisata jalan kaki di Yangmingshan sebagai wisata yang menyenangkan

Onsen dan Sakura di Taipei…

MENDENGAR kata onsen dan bunga sakura, pikiran sebagian besar orang mungkin akan langsung tertuju ke Jepang yang memang ”pemilik” kedua nama tersebut.

Akan tetapi, onsen yang merupakan sebutan untuk pemandian air panas dan bunga sakura tidak hanya bisa ditemui di Jepang. Di Taipei, ibu kota Taiwan, kita bisa menikmati keduanya pada musim semi ini.

Pemandian air panas memang bukan hal asing di Taiwan. Di pulau seluas 36.193 kilometer persegi ini terdapat cukup banyak onsen dan sumber mata air panas alam. Salah satunya berada tak jauh dari pusat kota Taipei, yaitu di wilayah Beitou.

Beitou yang merupakan salah satu distrik di utara Taipei menjadi tempat wisata populer karena adanya sejumlah kolam air panas yang merupakan peninggalan zaman penjajahan Jepang.

Untuk mencapai tempat ini, Anda tinggal menggunakan kereta massal (MRT) jalur merah dan turun di Stasiun Xinbeitou. Dari pusat kota Taipei tarifnya tidak mahal, hanya sekitar Rp 20.000.

Kualitas air panas di Beitou sangat alami karena sumbernya pun berada tak jauh dari kolam-kolam air panas tersebut.

Kandungan belerangnya yang tinggi, dengan tingkatan panas maksimum 45 derajat celsius di kolam-kolam rendam untuk publik, menjadikan kolam air panas itu banyak digunakan sebagai sarana untuk pengobatan.

Dengan tiket masuk termurah 40 dollar Taiwan di salah satu tempat pemandian air panas paling ekonomis untuk publik, atau sekitar Rp 20.000, siapa pun bisa menikmati manfaat dari air panas alami itu.

Di tempat pemandian air panas luar ruang Beitou yang lokasinya berdampingan dengan Plum Garden Visitor Center ini terdapat tiga kolam bertingkat dengan panas berbeda-beda.

Kolam terendah memiliki panas maksimal 38 derajat celsius, kemudian kolam kedua di atasnya memiliki panas 38-43 derajat celsius, sedangkan kolam paling atas memiliki panas 43-35 derajat celsius.

Ukuran kolamnya yang tidak terlalu besar menjadikan siapa pun yang ingin menikmatinya benar-benar harus berendam seluruh tubuh di kolam itu. Jika hanya memasukkan kaki, Anda akan ”diusir” petugas di tempat pemandian itu karena banyak pengunjung lain yang menunggu giliran untuk bisa berendam seluruh tubuh.

”Kalau Anda mau beristirahat, keluar saja dulu dari kolam. Biar tempat Anda dipakai orang lain dulu,” ujar sang petugas berusia di atas 60 tahun yang sangat cermat mengamati semua kolam di tempat pemandian itu.

Dengan suhu air yang terbilang tinggi, memang tidak mudah untuk terus berendam di kolam itu lebih dari 10 menit. Alhasil, umumnya orang menikmati suasana di pemandian air panas tak lebih dari satu jam.

Dari kolam air panas, kita bisa melihat langsung tempat sumber air panas Beitou yang sepintas mirip dengan kawah putih di Ciwidey, Bandung selatan.

Letaknya hanya sekitar 300 meter dari kolam air panas publik sehingga bisa dijangkau dengan berjalan kaki sambil menikmati udara di Beitou yang cukup bersih.

Taman bunga sakura

Dari Beitou yang mirip Lembang-nya kota Bandung, Anda bisa meneruskan berwisata ke Taman Nasional Yangmingshan yang berada di utara Beitou.

Dengan menggunakan bus, Anda cukup membayar 15 dollar Taiwan (sekitar Rp 7.500) untuk bisa sampai ke taman nasional itu. Apa yang istimewa di Yangmingshan? Di sinilah Anda bisa menemukan taman dengan bunga sakura yang bermekaran indah pada bulan Februari sampai April.

Bunga-bunga sakura itu pun merupakan ”berkah” dari penjajahan Jepang di masa Perang Dunia II dulu. Bunga sakura yang berwarna merah muda memang sungguh cantik ketika bermekaran, terlebih lagi dalam taman yang dipenuhi tanaman bunga tersebut.

Wajarlah jika taman bunga sakura di Yangmingshan selalu dipenuhi pengunjung. Di taman nasional ini pula Anda bisa berwisata jalan kaki sambil menikmati suasana pegunungan di utara Taipei, yang sangat mirip dengan Lembang dan kota Bandung di bawahnya.

Di taman nasional ini, Anda akan menjumpai banyak taman bunga, air terjun, serta taman-taman buatan ataupun bagian dari hutan alami, yang semuanya cukup tertata dan bersih dari sampah yang sering kali kita temui di lokasi wisata di Indonesia.

Dari atas taman nasional ini pula kita bisa menyaksikan panorama kota Taipei dan menara Taipei 101 yang tetap menjadi landmark ibu kota Taiwan, yang sebelumnya merupakan gedung tertinggi di dunia.

Semua keindahan panorama Taipei bisa kita nikmati dengan biaya yang tidak mahal sehingga Taipei layak dijadikan pilihan destinasi wisata, khususnya pada musim semi atau Februari hingga Mei.

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Powered by AduNasib | | Designed by: video game | Thanks to seo services and seo service