Tradisi Memasak sampai Makan Pepes Ikan, Makanan Pedesaan Kesukaan Obama

Pepes ikan adalah salah satu makanan kesukaan Barack Obama yang diungkap oleh adik tirinya, Maya Soetoro Ng, kepada BBC Indonesia, Jumat (20/1/2017).

Tak disangka memang, salah satu hidangan Nusantara yang berkembang dari pedesaan ini yang bisa menggoyang lidah mantan presiden Amerika Serikat tersebut.

Pepes sebenarnya merupakan metode memasak tertua di Asia termasuk Amerika Latin dan negara yang dilewati garis khatulistiwa. Namun di Indonesia, pepes yang berkembang di tanah Sunda ternyata memiliki ragam tradisi.

Tradisi tersebut berkembang dari masyarakat terdahulu atau nenek moyang orang Sunda. Mulai dari tradisi memasak hingga mengonsumsinya.

“Di kamus Sunda kuno sendiri metode memasak dengan pepes atau ‘mais’ telah ada, dengan cara dibungkus daun pisang lalu dipendam dalam abu panas,” ujar Teddi Muhtadi, Dosen Sastra Sunda Universitas Padjadjaran saat dihubungi KompasTravel, Jumat (29/6/2017).

Ia menuturkan bahwa pepes dalam bahasa sunda disebut mais, dan masakannya disebut pais. Tradisi masak mais ini dahulu bukan dikukus, tapi dimasukan dalam sekam yang panas.

“Dulu masak pepes itu tidak dikhususkan masak pepes, tapi sambil masak nasi bara api atau sekamnya dimasukkan pepes ikan, oncom, tahu, jamur, tempe dan yang lainnya,” terangnya.

Tradisi leluhur itu dahulu bertujuan untuk pengiritan, dan mengurangi energi yang terbuang percuma dari panas. Sekarang, mais atau pepes tidak hanya dipendam dalam abu panas, tapi bisa juga dikukus atau direbus.

Teddi menilai bahwa kebiasaaan itu masih terjaga sampai tahun 1970-an. Di saat tahun 1940 dan 1950-an industri kelapa sawit belum populer, minyak goreng pun menjadi barang mewah yang hanya ada di perayaan besar seperti pernikahan.

Setelah pepes tersebut dihidangkan di meja makan keluarga, ada pepatah Sunda yang mengatakan, “Anak-anak tidak boleh makan ikan langsung dari paisan, pamali matak kapelegok“.

“Maksud dari perintah itu, anak-anak dilarang langsung makan pepes ikan langsung dari daunnya. Harus berbagi, karena pepes itu makanan bersama, dinikmati dengan kebersamaan,” kata Teddi yang mengajar studi kajian budaya sunda di Sastra Sunda Unpad.

Kata ‘pamali’ tersebut menurutnya merupakan adab atau tatakrama yang dianggap baik di budaya Sunda, bahwa hidangan pepes merupakan makanan yang mengutamakan tradisi kebersamaan.

“Ya jangan liat sekarang makanan sudah melimpah. Sampai tahun 1960-an makanan masih terbatas, mankanya tradisi semacam ini sangat berkembang,” tutup Teddi.

Jika memang Obama kecil pada tahun yang akrab disapa Barry pernah tinggal di Indonesia pada tahun 1967 hingga tahun 1971 dan menyukai hidangan pepes, bisa jadi ia menyantapnya bersama keluarga. Dalam kebersamaan yang hangat. Sesuai tradisi memakan pepes yang berkembang di tatar sunda.

Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.

Powered by AduNasib | | Designed by: video game | Thanks to seo services and seo service